Perilaku Sumber Air

PERILAKU SUMBER AIR

Ifah Latifah

Sumber air adalah tempat atau wadah air alami dan/atau buatan yang terdapat pada, di atas, ataupun di bawah permukaan tanah. Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumberdaya air (SDA) sangat beragam dan besar, seperti mata air, air tanah tertekan, dan air permukaan (sungai). Potensi ini harus dikelola secara sistemik agar SDA dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan. Namun, pada dekade terakhir telah mulai dirasakan adanya penurunan potensi ketersediaan air baik secara kuantitas maupun kualitas.

Citarum merupakan sungai terbesar di Propinsi Jawa Barat. DAS Citarum yang cukup luas terbagi dalam 3 daerah yaitu daerah hulu, tengah, dan hilir. Dari hulunya yang terletak di Gunung Wayang (Kabupaten Bandung), Citarum mengalir sepanjang 350 kilometer hingga berakhir di hilir di daerah Tanjung (Kabupaten Kerawang). Ketiga daerah tersebut dihubungkan oleh tiga waduk besar yaitu Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur. Sungai Citarum berperan penting bagi kehidupan sosial ekonomi khususnya di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Selain sebagai sumber air minum, irigasi pertanian, perikanan, pembangkit tenaga listrik, Citarum juga sebagai pemasok air utama untuk kegiatan industri.

Kondisi DAS Citarum pada saat ini mengalami penurunan yang ditandai dengan meningkatnya bencana banjir dan longsor pada musim hujan, serta kekeringan pada musim kemarau. Bencana – bencana tersebut selain karena faktor alami seperti iklim dan curah hujan yang ekstrim dapat juga terjadi karena faktor manusia seperti penggunaan lahan.

Tabel 1.. Perubahan hasil air DAS Citarum dari tahun 2002-2009

Tahun

Curah hujan

(juta m3/th)

a

Hasil air i

(juta m3/th)

b

a-b

(juta m3/th)

c

H-A normal

(juta m3/th)

d

Hasil air normal

(juta m3/th)

d

Perubahan hasil air

(juta m3/th)

e

2002

11068.84

5540.19

5528.65

5528.65

5540.19

0.00

2003

8559.36

4294.46

4264.90

5528.65

3030.71

1263.75

2004

9384.94

4743.05

4641.89

5528.65

3856.29

886.77

2005

11174.92

5749.09

5425.83

5528.65

5646.27

102.82

2006

6589.32

3785.83

2803.49

5528.65

1060.67

2725.16

2007

9870.75

5109.41

4761.34

5528.65

4342.10

767.31

2008

10430.34

5120.80

5309.54

5528.65

4901.69

219.11

2009

11385.47

5535.64

5849.84

5528.65

5856.82

-321.18

Hasil analisis Indeks Penggunaan Air kebutuhan irigasi berdasarkan pemenuhan dari DAS Citarum disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Indeks Penggunaan Air (IPA) irigasi dengan sumber air langsung dari DAS Citarum, tahun 2002-2009

Tahun

Kebutuhan irigasi

(juta m3/th)

Penyediaan air dari DAS

(juta m3/th)

IPA

DAS

2002

4412.23

2760.49

1.60

2003

4367.88

2950.46

1.48

2004

4160.53

2691.05

1.55

2005

3795.94

3240.85

1.17

2006

4372.24

2131.08

2.05

2007

4172.18

3023.75

1.38

2008

4319.00

2696.38

1.60

2009

3826.28

3178.57

1.20

Nilai Indeks penggunaan air irigasi seperti pada Tabel 2 menunjukkan bahwa dari tahun 2002-2009 nilai permintaan air irigasi lebih tinggi dibanding ketersediaannya. Hal ini dapat dimengerti karena pada saat musim hujan banyak air yang terbuang dan tidak dapat dimanfaatkan kembali saat musim kemarau. Gambaran umum mengenai kelebihan air pada musim hujan disajikan pada

Tabel 3. Surplus Air DAS Citarum, tahun 2002-2009

Bulan

Kebutuhan air irigas (juta m3/bulan) untuk tiap tahun

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

Jan

716.59

31.68

361.29

376.24

498.53

0

187.71

263.57

Feb

536.98

496.00

367.00

761.57

564.38

526.85

123.38

556.08

Mar

695.49

485.98

522.64

667.02

68.96

247.89

655.10

610.72

Apr

538.54

42.72

328.57

409.16

239.34

610.36

464.96

433.06

Mei

273.03

192.28

Juni

5.92

Juli
Ags
Sept

60.67

Okt

42.76

Nov

250.46

567.58

134.94

Des

292.11

244.87

199.46

233.57

283.55

450.10

425.69

160.48

Surplus

2779.70

1344.00

2052.00

2508.23

1654.75

2085.66

2424.42

2357.07

Gambaran pada Tabel 3 menunjukkan tingginya potensi air DAS Citarum yang tidak termanfaatkan dengan baik atau terbuang ke laut sedangkan fluktuasi musiman yang tidak dapat dihindari telah memberikan indikasi akan kurangnya pasokan air pada saat musim kemarau. Kenyataan ini dapat terlihat dari defisit air DAS Citarum yang disajikan pada Tabel 4 dengan asumsi yang digunakan untuk mendapatkan nilai ini adalah ketika hasil air DAS lebih kecil dari kebutuhan irigasi.

Tabel 4. Defisit air DAS Citarum, tahun 2002-2009

Bulan

Kebutuhan air irigas (juta m3/bulan) untuk tiap tahun

2002

2003

2004

2005

2006

2007

2008

2009

Jan

-36.66

Feb
Mar
Apr
Mei

-178.11

-80.49

-124.35

-104.93

-27.37

-170.54

Juni

-339.37

-483.23

-310.15

-51.89

-404.47

-155.73

-458.35

Juli

-190.63

-481.76

-334.77

-184.64

-482.70

-364.32

-504.48

-360.11

Ags

-228.24

-257.99

-274.43

-121.16

-314.94

-282.71

-256.91

-240.87

Sept

-181.53

-1.65

-47.90

-173.22

-126.39

-112.23

-21.63

Okt

-274.28

-326.18

-27.74

-345.88

-155.26

-120.11

-25.10

Nov

-259.58

-112.31

-176.05

-45.31

-415.02

Des

Informasi pada Tabel 4 menunjukkan bahwa defisit air umumnya terjadi pada bulan Mei sampai November. Pengelolaan terhadap sumber daya air secara seksama sangatlah diperlukan untuk mengatasi angka defisit ini sehingga tidak menimbulkan penurunan nilai produksi hasil pertanian pada tingkat petani. Berkaitan dengan kondisi ini maka peranan waduk sangat diperlukan untuk menjadi penyeimbang antara kelebihan air pada saat musim hujan dan kekurangan air saat musim kemarau.

DAFTAR PUSTAKA :

Salwati. 2004. Kajian Dampak Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Respons Hidrologi Sub DAS Cilalawi – DAS Citarum, Jawa Barat Menggunakan Model AGNPS. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Tukayo, Rudolf Kristian. 2011. Perubahan Penggunaan Lahan Das Citarum dan Dampaknya terhadap Suplai Air Irigasi. [Tesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s